Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 1109/Menkes/Per/2007, Reflexology termasuk jenis Pengobatan Komplementer Alternatif, artinya adalah pengobatan non konvensional yang ditujukan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat meliputi upaya Promotif, Preventif, Kuratif dan Rehabilitatif yang diperoleh melalui pendidikan terstruktur dengan kualitas, keamanan dan efektifitas yang tinggi berlandaskan ilmu pengetahuan biomedik tapi belum diterima dalam kedokteran konvensional.
Kita
sudah tidak asing lagi mendengar kata reflexology / refleksologi. Di kota-kota besar,
sebut saja Jakarta, refleksologi bukanlah barang langka. Kemana pun kita
melangkah, kita dapat menemukan tulisan ‘pijat refleksologi’ dengan
mudah.
Walaupun bukan
barang baru, mungkin diantara Anda ada yang pernah bertanya-tanya atau
sekedar penasaran mengenai refleksologi. Sekarang mari kita berkenalan
dengan refleksologi .
Refleksologi
adalah suatu bentuk pemijitan menggunakan teknik menekan, memijat telapak kaki, dan kadang juga tangan serta telinga, dengan
tujuan mendapatkan efek pada positif bagi tubuh.
Sebenarnya
praktek refleksologi sudah dilakukan sejak ribuan tahun yang lalu di
Mesir, China dan Jepang. Refleksologi diperkenalkan ke dunia Barat
pertama kali oleh seorang dokter ahli THT (Telinga Hidung Tenggorokan),
Willian H. Fitzgerald tahun 1913. Lebih lanjut refleksologi dikembangkan
oleh seorang fisioterapis dan perawat Eunice D. Ingham tahun 1930an.
Sekarang refleksologi sudah dikenal secara universal di seluruh dunia.
Bagaimana cara
refleksologi bekerja memang belum bisa dijelaskan secara ilmiah, karena
refleksologi sendiri bukanlah terapi secara medis. Namun dipercaya
“sensor-sensor” yang berada di telapak kaki (dan tangan serta telinga)
berhubungan dengan organ-organ dalam. Misalnya saja jempol kaki dan
jari-jari kaki lainnya mewakilkan daerah kepala dan leher.
Dalam pemahaman
pengobatan tradisional China, dipercaya bahwa suatu organ mengalami
gangguan kalau aliran tenaga qi (Jepang: Ki) tidak lancar pada daerah
organ tersebut. Dengan menekan atau memijat bagian yang mewakilkan organ
tadi, diharapkan aliran qi menjadi lancar kembali dan organ tersebut
sehat kembali.
Manfaat pasti
dan langsung yang didapatkan dari pijat refleksi adalah redanya stress,
alias menjadi lebih rileks. Karena pemijatan dapat menurunkan tegangan
otot-otot yang diakibatkan oleh stress dan mengembalikan homeostatis
tubuh.
Kendati
demikian, apakah refleksologi benar-benar dapat menyembukan penyakit
masih dipertanyakan. Belum ada bukti-bukti yang menguatkan bahwa
refleksologi dapat digunakan sebagai terapi. Walaupun begitu, berbagai
penyelidikan dan penelitian tengah dilakukan untuk pembuktian manfaat
refleksologi sebagai terapi.
Refleksologi
hanyalah pelengkap, bukan perawatan medis standar. Refleksologi tidak
bisa digunakan sebagai terapi utama. Jika Anda mempunyai keluhan-keluhan
mengenai kesehatan Anda, memang seharusnya Anda menemui dan
berkonsultasi dengan dokter Anda.
Seorang Reflexologist (ahli refleksologi) tidak dapat
dan tidak boleh membuat diagnosis penyakit dan melakukan single therapy, haya dokter Anda
saja yang boleh.
Refleksologi
dapat dilakukan kapan saja. Tidak ada aturan khusus mengenai jadwal
kapan Anda sebaiknya menemui refleksologis Anda. Keuntungan lainnya
refleksologis juga aman, tidak ada efek samping. Namun demikian, ada
beberapa hal yang sebaiknya Anda perhatikan saat Anda menemui
refleksologis Anda:
- Anda
seharusnya merasa nyaman saat kaki Anda dipijat oleh refleksologis Anda.
Jika memang dirasakan kurang, Anda dapat meminta refksologis Anda agar
memijat lebih kuat. Namun jika Anda merasa sakit, mintalah refleksologis
Anda agar memijat lebih lembut.
- Ditegaskan
kembali, seorang ahli refleksologi tidak bisa dan tidak boleh membuat
diagnosis. Temuilah dokter Anda untuk berkonsultasi mengeanai
masalah-masalah kesehatan Anda.
- Refleksologi
bukanlah terapi atau pengganti terapi. Jika Anda sedang menjalani terapi
medis dari dokter Anda, refleksologi seharusnya tidak menghambat proses
terapi medis tersebut.
- Bagian tubuh
yang dipijat oleh pijat refleksi biasanya hanya sebatas lutut. Anda
seharusnya tidak diminta membuka pakaian melewati batas ini kecuali bila
Anda meminta pijat punggung atau lainnya.
- Setelah
menjalani sesi pijat refleksi Anda seharusnya merasa lebih rileks dan
nyaman, tidak kesakitan. Jika Anda malah merasa tidak nyaman, lebih baik
temui dan bicarakan dengan refleksologis Anda untuk mendapatkan
pelayanan yang lebih baik lain kali.
BANDUNG REFLEXOLOGY AND RELAXATION THERAPY
Buka Senin – Jumat: 10.00 – 20.00 WIB
Sabtu: 10.00 – 18.00 WIB
SMS Untuk Pendaftaran: 0852-2080-1168
Jalan Gunung Rahayu 1 Kav. B 1 – Gunung Batu – Bandung

No comments:
Post a Comment